10 Hari di Tenda Pengungsian, Yadi Menahan Dingin Setelah Rumahnya Roboh Diterjang Tanah Bergerak di Semarang

1 month ago 16

Jumat, 13 Februari 2026 – 19:55 WIB

10 Hari di Tenda Pengungsian, Yadi Menahan Dingin Setelah Rumahnya Roboh Diterjang Tanah Bergerak di Semarang - JPNN.com Jateng

Lokasi tanah bergerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, RT 007 RW 001, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Foto: Wisnu Indra Kusuma/JPNN

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sudah sepuluh hari, Yadi tidur di tenda pengungsian. Beralaskan lihap, pria 40 tahun ini harus menahan dingin malam.

Supriyadi, nama lengkapnya, dia tak tahu nasibnya akan seperti ini. Rumahnya roboh setelah terdampak tanah bergerak.

Warga Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, RT 007 RW 001, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang ini masih ingat betul kepanikan.

Saat itu, Rabu (4/2) malam, rumahnya roboh. Getaran disertai suara gemuruh membelah tanah di atas rumahnya.

"Ada suara krek-krek, lalu rumah saya roboh," kata Yadi kepada JPNN.com, Jumat (13/2).

Beruntung, kala itu, Yadi, istri dan dua anaknya selamat dari maut. Dia bilang, kalau tidak segera keluar rumah akan tertimpa material bangunan yang tersusun dari kayu dan papan itu.

Rumah Yadi roboh sendiri, sedangkan tiga rumah lainnya terpaksa dirobohkan demi keselamatan warga. Pasalnya, tanah sudah retak menganga.

"Barang-barang hanyut sebagian," ujarnya.

Sudah sepuluh hari, Yadi tidur di tenda pengungsian. Beralaskan lihap, pria 40 tahun ini harus menahan dingin malam.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |