38 SD Negeri di Madiun Digabung, Siswa Sedikit dan Guru Kurang Jadi Penyebab

1 day ago 5

Kamis, 11 Juni 2026 – 13:18 WIB

38 SD Negeri di Madiun Digabung, Siswa Sedikit dan Guru Kurang Jadi Penyebab - JPNN.com Jatim

Sejumlah siswa SDN Wayut 1 Kabupaten Madiun, Jatim sedang melakukan belajar di kelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun melakukan penggabungan 38 SD menjadi 19 SD karena jumlah siswa minim, lokasi berdekatan, hingga pemerataan guru. ANTARA/Louis Rika

jatim.jpnn.com, MADIUN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun melakukan regrouping atau penggabungan 38 Sekolah Dasar Negeri (SDN) menjadi 19 sekolah.

Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap sejumlah sekolah yang memiliki jumlah siswa minim dan berada di lokasi yang berdekatan.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Dikbud Kabupaten Madiun Suparnoto mengatakan sebagian sekolah yang diregrouping bahkan berada dalam satu kompleks atau satu halaman.

“Evaluasi kami karena 38 sekolah itu berdekatan, bahkan ada yang satu halaman. Selain itu jumlah peserta didiknya juga sangat sedikit, sehingga diputuskan untuk dilakukan regrouping,” ujar Suparnoto, Rabu (10/6).

Menurut dia, penggabungan sekolah juga menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah dasar negeri.

Dengan regrouping, guru dari sekolah yang digabung dapat didistribusikan ke sekolah lain yang masih membutuhkan tenaga pengajar.

“Kalau satu guru hanya mengajar 10 atau kurang dari 10 siswa tentu kurang efektif. Dengan regrouping, kebutuhan guru bisa lebih merata,” katanya.

Beberapa sekolah yang masuk dalam program penggabungan antara lain SDN Wayut 1 dengan SDN Wayut 3, SDN Bangunsari 3 dengan SDN Bangunsari 1, SDN Jatisari 3 dengan SDN Jatisari 1, SDN Pagotan 1 dengan SDN Uteran 1, SDN Sangen 3 dengan SDN Sangen 2, serta SDN Gemarang 4 dengan SDN Gemarang 1.

Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun melakukan regrouping 38 SD negeri menjadi 19 sekolah. Minimnya jumlah siswa dan kebutuhan pemerataan guru menjadi alasan utama

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |