jpnn.com, JAKARTA - Pengamat sosial, ekonomi, dan keagamaan Anwar Abbas meminta Presiden Prabowo Subianto bertindak tegas dalam menangani persoalan yang berkaitan dengan kasus korupsi eks Jampidsus dan MBG.
Menurut Anwar, penanganan kedua kasus tersebut menjadi ujian penting bagi pemerintahan Prabowo. Dia menilai muncul persepsi di tengah masyarakat mengenai dugaan praktik yang tidak transparan dalam penanganan perkara tersebut.
"Kalau penanganannya tidak dilakukan secara baik dan tidak dikembalikan kepada alur yang semestinya, Presiden Prabowo sendiri yang akan menjadi korban karena bisa dicap tidak mampu mengatasi persoalan dan dianggap mendukung praktik penegakan hukum yang tebang pilih," kata Anwar dalam keterangan tertulisnya.
Anwar menilai persepsi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Prabowo apabila tidak segera direspons.
Dia mengatakan masyarakat saat ini terus mengikuti perkembangan penanganan kasus tersebut. Menurutnya, apabila publik kehilangan kepercayaan, bukan tidak mungkin akan muncul aksi-aksi penyampaian aspirasi di ruang publik.
"Awalnya mungkin yang diangkat adalah kasus Jampidsus dan MBG, tetapi pada akhirnya Presiden Prabowo sendiri yang akan menjadi sasaran kritik apabila dianggap hanya berani menyampaikan komitmen tanpa tindakan nyata," ujarnya.
Anwar mengingatkan bahwa Prabowo sebelumnya telah berulang kali menyatakan komitmennya untuk memberantas korupsi. Bahkan, kata dia, Prabowo pernah menyampaikan akan mengejar pelaku korupsi hingga ke Antartika maupun Gurun Sahara.
Karena itu, Anwar berharap komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah-langkah penegakan hukum yang dinilai adil dan tidak tebang pilih.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536895/original/005142200_1774348762-5.jpg)

