Bahas AI, Universitas Bakrie Ingatkan Warganet Kritis Terhadap Informasi yang Beredar

2 hours ago 3

Bahas AI, Universitas Bakrie Ingatkan Warganet Kritis Terhadap Informasi yang Beredar

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Mahasiswa Magister Komunikasi Universitas Bakrie menggelar webinar membahas tentang budaya digital dan tantangan yang dihadapi, Jumat (10/7). Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) makin merajalela dan mengubah cara masyarakat berinteraksi di ruang digital.

Di saat yang sama, budaya viral di media sosial juga memunculkan tantangan baru yang menuntut publik lebih kritis.

Isu tersebut mengemuka dalam Webinar Contemporary Digital Culture 2026 yang digelar Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Jumat (10/7).

Dosen sekaligus Communication Specialist, Dr. Hany Nurahmawati, Ph.D., mengatakan internet, media sosial, dan AI telah mengubah kehidupan manusia menjadi jauh lebih kompleks.

"Anak muda yang mengejar dunia digital sekarang tidak bisa dilepaskan dari AI," kata Hany.

Dalam paparannya bertajuk Post Human Rituals: How AI is Reshaping Cyber Culture, Belonging, and Meaning, Hany menilai AI kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar pelengkap media sosial.

Dia mencontohkan kebijakan di Prancis yang memperbolehkan mahasiswa memanfaatkan AI saat kuliah, tetapi melarang hasilnya disalin mentah-mentah.

Menurut Hany, kebiasaan masyarakat juga berubah. Jika dulu orang mencari informasi melalui Google, kini banyak yang langsung bertanya kepada aplikasi berbasis AI seperti Meta AI, Gemini, Siri, hingga ChatGPT.

Universitas Bakrie mengingatkan Warganet terhadap Kecerdasan buatan (AI) yang makin merajalela dan mengubah cara masyarakat berinteraksi di ruang digital.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |