bali.jpnn.com, BADUNG - Kanit Densus Cegah Satgaswil Bali Densus 88 Antiteror Polri Ipda Hadinata Kusuma menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendeteksi dini paparan paham radikalisme pada anak.
Menurutnya, tanda-tanda seseorang terutama anak-anak, terpapar radikalisme dapat dilihat dari perubahan perilaku yang drastis.
Beberapa indikator yang patut diwaspadai antara lain simbolisme.
Jika seorang anak mulai sering menggambar atau menulis simbol dan tokoh dari organisasi tertentu yang mereka idolakan, maka wajib diwaspadai.
Indikator kedua bersikap defensif, mulai menentang pemahaman umum tentang nasionalisme dan berani mendebat ajaran yang diberikan oleh guru atau orang tua.
Ketiga pencarian Identitas. Anak cenderung mencari komunitas baru di luar lingkungan keluarga yang dianggap lebih menerima pemahaman baru mereka.
"Perubahan ini sering kali dipicu oleh informasi yang didapat dari luar, terutama media sosial, yang berbenturan dengan ajaran di rumah atau sekolah," ujar Ipda Hadinata Kusuma saat Simposium Anti-Radikalisme dan Terorisme yang digelar ICMI Badung, Minggu (1/3) kemarin.
Densus 88 mencatat adanya perubahan signifikan dalam metode penyebaran paham radikal.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)
