Harga Pertamax Naik, Purbaya: Dampaknya Minim

19 hours ago 8

 Dampaknya Minim

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas.

Adapun, Pertamax (RON 92) naik Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Kemudian, Pertamax Green 95 (RON 95) naik Rp 17 ribu dari Rp sebelumnya 12.900 menjadi  per liter.

“(Dampak ke inflasi) Harusnya relatif minim kan. Karena Pertamax nggak dipakai buat angkutan barang dan angkutan umum,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6).

Adapun terkait mekanisme kuota BBM bersubsidi, Purbaya enggan berkomentar lebih lanjut dan menyerahkan wewenang sepenuhnya kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.

Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green diputuskan berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator, dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |