Kisah Sopir Bajaj Maxride yang Menemukan Harapan Baru di Jalanan Semarang

17 hours ago 2

Kamis, 11 Juni 2026 – 08:44 WIB

Kisah Sopir Bajaj Maxride yang Menemukan Harapan Baru di Jalanan Semarang - JPNN.com Jateng

Bajaj Maxride saat beristirahat di Kota Semarang. Foto: Danang Diska Atmaja/JPNN

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Aris Hertanto masih mengingat betul masa-masa ketika Bajaj Maxride pertama kali viral di Kota Semarang. Saat itu, kendaraan roda tiga yang identik dengan Jakarta tersebut mendadak menjadi primadona baru di jalanan ibu kota Jawa Tengah.

Banyak orang penasaran. Anak-anak muda atau para Gen Z berburu pengalaman berkeliling kota menggunakan Bajaj. Wisatawan berdatangan. Antrean penumpang mengular.

Di tengah euforia itu, Aris yang baru bergabung sebagai pengemudi justru menemukan sesuatu yang lebih penting daripada sekadar pekerjaan baru, yaitu harapan.

Sekitar 10 bulan lalu, kondisi hidupnya tidak sedang baik-baik saja. Usaha yang selama ini menjadi sumber penghasilan mulai mengalami penurunan. Saat kebingungan mencari jalan keluar, tawaran bergabung dengan komunitas pengemudi Bajaj Maxride datang menghampirinya.

Tanpa berpikir panjang, dia menerima kesempatan tersebut. "Alhamdulillah sangat membantu. Waktu usaha saya mulai sepi, saya ditawari gabung Bajaj Maxride. Saat itu langsung saya ambil," kata Aris saat ditemui di sela city tour Bajaj Maxride di Kota Semarang.

Aris menjadi saksi langsung bagaimana Bajaj Maxride berkembang menjadi salah satu atraksi wisata unik di Semarang.

Pada masa awal operasional, jumlah pengemudi yang tersedia hanya sekitar 20 orang. Namun, pesanan yang masuk mencapai hampir 1.000 order setiap hari.

Antusiasme masyarakat begitu besar, terutama dari kalangan muda.

Aris Hertanto bercerita bagaimana Bajaj Maxride bukan sekadar transportasi wisata, tetapi juga harapan bagi banyak orang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |