jpnn.com, SITUBONDO - Polres Situbondo resmi menetapkan Kepala Desa Jangkar berinisial MS dan bendahara desa berinisial WS sebagai tersangka dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020-2021.
Kedua aparatur desa tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti merugikan keuangan negara sebesar Rp 289 juta.
Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Selimat Akmal mengatakan kedua orang tersebut adalah Kepala Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar berinisial MS dan bendahara desa dengan inisial WS.
"Dua tersangka tersebut diduga tidak bisa mempertanggungjawabkan pengelolaan dana desa (DD) tahun 2020-2021 dan merugikan keuangan negara hingga sekitar Rp289 juta," kata Selimat di Situbondo, Rabu.
Menurut dia, saat ini penyidik Tipikor Polres Situbondo sedang tengah melengkapi berkas-berkas dugaan penyelewengan dana desa yang melibatkan kedua orang tersebut.
"Berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi dana desa ini secepatnya kami kirimkan kepada jaksa penuntut umum atau JPU Kejaksaan Negeri Situbondo," ujar dia.
Selimat mengatakan bahwa kedua tersangka disangkakan dengan Pasal 603 UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP dan Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20/2001 tentang perubahan UU RI Nomor 31/1999 tentang tindak pidana korupsi jo pasal 20 huruf a dan huruf c jo pasal 126 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP.
Diketahui, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo telah memberhentikan sementara Kepala Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, karena tidak bisa menyelesaikan atau mengembalikan dana desa tahun anggaran 2025 senilai Rp700 juta.(antara/jpnn)



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536895/original/005142200_1774348762-5.jpg)