jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin beserta jajaran atas komitmen penuh menjalin sinergi dalam koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum, kepemudaan dan keolahragaan. Menurut Menpora Erick, kerja sama ini merupakan fondasi penting memperkuat tata kelola hukum, akuntabilitas program, serta integritas layanan di sektor kepemudaan dan keolahragaan.
“Kepada Bapak Jaksa Agung dan seluruh jajarannya, kami memohon dengan hormat dampingi kami, awasi kami, dan yang terpenting bimbing kami supaya kami bisa melahirkan pemuda yang berkarakter, pemuda yang patriotik, gigih, dan empati, melahirkan olahragawan yang tentunya menjadi duta bangsa dan mencerminkan kedigdayaan Indonesia di mata dunia,” tutur Menpora Erick.
Menpora Erick Thohir menyampaikan itu saat menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin terkait koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum, kepemudaan dan keolahragaan di Auditorium Wisma Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda Nomor 3, Senayan, Senin (24/11) pagi. “Kedatangan beliau ke sini karena peduli pembangunan karakter bangsa Indonesia ke depan, peduli bagaimana olahraga bisa konsisten mengibarkan bendera Merah Putih dan menjadi duta bangsa,” kata Erick.
Menpora Erick mengaku telah bertemu denga Jaksa Agung Burhanuddin sebelum penandatanganan nota kesepahaman, dan menyampaikan beberapa program strategis yang sedang dilakukan Kemenpora sesuai visi dan misi Presiden Prabowo Subianto yang patut dijaga, diawasi, dan dibimbing. Menurut Erick, tanggung jawab dan pekerjaan Kemenpora ke depannya akan berat. Pasalnya, Presiden Prabowo Subianto telah mempercayakan banyak sekali kegiatan keolahragaan dan kepemudaan kepada Kemenpora.
“Saya minta pendampingan supaya bagaimana tugas dari Pak Presiden, yang sangat berat ini bisa terlaksana dengan baik. Tolok ukurnya juga harus jelas,” ungkap Menpora Erick.
Menurut Menpora Erick, banyak tolok ukur yang disampaikan perihal program-program kepemudaan dan keolahragaan. Salah satunya mengenai perbedaan dari persiapan untuk masing-masing cabang olahraga (cabor). Misalnya, tenis dan bulu tangkis, yang menggunakan sistem sirkuit tentu berbeda dengan angkat besi yang setelah training center berangkat ke luar negeri bisa menjadi juara. “Belum lagi yang direncanakan untuk akademi olahraga dan pusat pelatihan, yang tentu harus benar-benar kami siapkan dengan baik untuk masa depan olahraga kita,” katanya.
Lebih lanjut Erick menyampaikan bahwa kehadiran Kejagung dalam sinergi ini sangat berarti bagi Kemenpora. Sebab, di tengah tuntutan publik akan transparansi, integritas, dan efektivitas layanan, kolaborasi ini memastikan setiap program strategis, baik terkait pembinaan atlet, pembangunan infrastruktur olahraga, maupun penciptaan karakter pemuda Indonesia yang berjiwa patriot-gigih-empati, dapat berjalan secara akuntabel, tepat sasaran, dan sejalan dengan koridor hukum.
Oleh karena itu, Menpora Erick memandang nota kesepahaman ini bukan hanya sebagai dokumen administratif, melainkan kerja sama yang sangat berharga, khususnya komitmen bersama memperkuat sinergi di bidang bantuan serta pertimbangan hukum, pengamanan program strategis pembangunan, pemulihan aset, pertukaran data, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)














:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)



