OVO Dukung GEBER PK dan Minta Masyarakat Lebih Waspada Modus Penipuan Digital

4 hours ago 5

OVO Dukung GEBER PK dan Minta Masyarakat Lebih Waspada Modus Penipuan Digital

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

OVO meminta masyarakat waspada modus penipuan digital. Dok: source for JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - OVO meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan transaksi elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan konsumen di tengah maraknya kejahatan digital yang memanfaatkan kelengahan pengguna.

“Sebagai platform pembayaran digital, OVO berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang aman sekaligus memperkuat perlindungan konsumen. Kami percaya bahwa edukasi menjadi garis pertahanan pertama dalam menghadapi risiko penipuan digital,” kata Head of Strategy Integrated Marketing Communication OVO Asep Haekal dalam siaran persnya, Sabtu (2/5).

OVO mendukung Gerakan Bersama Edukasi Perlindungan Konsumen (GEBER PK), inisiatif kolaboratif antara Bank Indonesia dan pelaku industri jasa pembayaran untuk meningkatkan literasi keamanan transaksi digital masyarakat.

Menurut Asep, masyarakat perlu membiasakan langkah sederhana seperti melakukan pengecekan dan verifikasi sebelum bertransaksi, serta memastikan seluruh aktivitas dilakukan melalui kanal resmi agar terhindar dari penipuan digital.

Dia menyebut salah satu modus yang masih kerap ditemukan adalah penyebaran nomor layanan pelanggan palsu melalui mesin pencarian internet maupun kolom komentar media sosial. Pelaku kemudian mengarahkan korban menghubungi nomor tersebut melalui aplikasi percakapan.

Setelah terhubung, korban biasanya diminta memberikan data pribadi seperti OTP, PIN, atau kode verifikasi, bahkan diarahkan melakukan transfer dengan alasan penyelesaian masalah akun atau transaksi. Data tersebut kemudian digunakan untuk mengambil alih akun atau menguras saldo pengguna.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai modus undangan digital atau file APK berisi malware, hingga penawaran promo dan cashback palsu yang mengarahkan pengguna ke situs tidak resmi untuk mencuri data login.

OVO juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan mengklik tautan atau mengunduh file dari sumber tidak dikenal, tidak membagikan OTP maupun PIN kepada pihak mana pun, serta selalu memeriksa identitas penerima sebelum menyelesaikan transaksi.

OVO meminta kepada masyarakat untuk bisa lebih waspada terhadap modus penipuan digital.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |