Pelemahan Rupiah Otomatis Menekan Industri Otomotif Nasional, Pakar Beri Penjelasan

7 hours ago 4

Pelemahan Rupiah Otomatis Menekan Industri Otomotif Nasional, Pakar Beri Penjelasan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi pabrik mobil. Foto: ANTARA/HO-Nissan/am.

jpnn.com, JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan memberi tekanan terhadap industri otomotif nasional.

Kondisi tersebut dinilai bakal berdampak pada biaya produksi, margin keuntungan perusahaan, hingga harga kendaraan yang berpotensi naik di pasaran.

Pakar industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Puwadi, mengatakan industri otomotif Indonesia masih memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap komponen dan bahan baku impor.

Oleh karena itu, penguatan dolar akan langsung meningkatkan biaya yang harus ditanggung produsen.

"Biaya produksi akan melonjak, karena komponen dan bahan baku otomotif masih memiliki kandungan impor yang tinggi," ujar Agus, Rabu (10/6).

Menurut dia, kenaikan biaya impor juga akan menekan margin industri akibat meningkatnya harga barang yang didatangkan dari luar negeri.

Dampaknya, produsen berpotensi menyesuaikan harga jual kendaraan untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Agus yang juga peneliti di National Center for Sustainable Transportation Technology (NCSTT) ITB, menilai tekanan tersebut diperkirakan makin terasa dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan memberi tekanan terhadap industri otomotif nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |