Rusly Moti Sebut Ada Tiga Poros di Balik Kampanye 'Destabilisasi' Nasional

17 hours ago 3

Rusly Moti Sebut Ada Tiga Poros di Balik Kampanye 'Destabilisasi' Nasional

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pemrakarasa dan Koordinator 98 Resolution Network Haris Rusly Moti. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pemrakarasa dan Koordinator 98 Resolution Network Haris Rusly Moti mengatakan saat ini sedang menghadapi sebuah peperarangan (warfare) yang dilancarkan secara senyap dan samar.

Dia menilai gejolak IHSG dan pelemahan nilai tukar rupiah sebagai sebuah serangan destabilisasi terkoordinasi.

Hal ini terlihat jika memperhatikan tanda pagar atau tag line #saleIndonesia, #1998redux,  #buangrupiah dan #Indonesiagelap, serta lainnya.

Menurut Haris hal ini adalah salah satu bentuk serangan “destabilisasi terkoordinasi” untuk tujuan menggerus kepercayaan publik dan pasar terhadap kebijakan progresif Presiden Prabowo.

Kampanye destabiliasasi terkoordinasi tersebut untuk mendorong depresiasi mata uang, pelemahan IHSG, dan memicu pelarian modal yang diharapkan dapat menyusutkan cadangan devisa.

"Mereka terobsesi mendaur ulang peristiwa reformasi 1998, memicu gejolak politik melalui merekayasa guncangan ekonomi," ujar Hari Rusly Moti dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (9/6/2026).

Haris menjelaskan daur ulang atau redux 1998 yakin tidak akan terjadi. Jika tahun 1998 peta geopolitik masih unipolar, ketika itu Amerika jadi penguasa atau matahari tunggal, saat ini sudah multipolar.

Di era 1998 lembaga multilateral IMF, World Bank, WTO, sangat berkuasa mendikte kebijakan setiap negara.

Pemrakarasa dan Koordinator 98 Resolution Network Haris Rusly Moti mengatakan saat ini sedang menghadapi serangan destabilisasi nasional terkoordinasi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |