jpnn.com, JAKARTA - Ketua Tim Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan, Titin Rita Lestari, menyatakan bukan dirinya yang menerima suap dalam kasus dugaan korupsi yang membelitnya. Titin ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menjadi salah satu target operasi tangkap tangan (OTT) lanjutan kasus Muara Enim pada 11 Juni 2026.
"Pimpinan saya berjenjang," ujar Titin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis
Titin menegaskan posisinya hanya sebagai pelaksana sehingga tidak menerima uang sepeser pun dari perkara yang disangkakan kepadanya. "Saya enggak terima uang ya. Ini enggak adil. Saya cuma pelaksana," katanya.
KPK menetapkan Titin bersama pihak swasta bernama Augus Dwianggara sebagai tersangka dugaan suap dalam pengaturan temuan pemeriksaan BPK pada Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Keduanya langsung ditahan setelah diperiksa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, masih terdapat tersangka lain dari OTT lanjutan tersebut.
Rangkaian OTT kasus Muara Enim bermula pada 7–8 Juni 2026, ketika KPK menangkap 10 orang secara bersamaan, lima di Jakarta dan lima di Sumatera Selatan. Bupati Muara Enim Edison termasuk di antara mereka yang diamankan dalam OTT ke-12 KPK sepanjang 2026 itu.
Pada 9 Juni, KPK menetapkan empat tersangka pertama: Bupati Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani, pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi, dan Adi Triyadi yang merupakan keponakan Edison. Keempatnya disangka terlibat suap terkait pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Muara Enim tahun anggaran 2025–2026.
Sehari kemudian, KPK kembali bergerak dengan menangkap lima aparatur sipil negara BPK RI dalam OTT ke-13 selama 2026, yang kemudian berujung pada penetapan Titin dan Augus sebagai tersangka baru. (antara/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)