jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, produk makanan hewan peliharaan (pet food) produksi PT Evo Manufacturing Indonesia (EMI) berhasil menembus pasar ekspor ke Filipina dengan nilai 176 ribu dolar AS atau setara Rp 3 miliar.
Produk yang diekspor berupa 2.300 boks makanan basah dalam kaleng (canned wet food), 11.200 boks pasta dalam kemasan (pouch pâté), serta 12.000 boks daging kaldu dalam kemasan (pouch chunk in gravy).
"Kami sudah bisa membuat makanan kucing yang diekspor dan kucing jenis apapun di dalam negeri bisa makan ini. Kucing boleh impor, tapi makanan harus lokal," kata Budi dikutip Jumat (13/2).
Pada periode 2020-2024, ekspor produk makanan hewan peliharaan tumbuh signifikan sebesar 158,27 persen.
Sementara itu, pada Januari-November 2025, nilai ekspor pet food Indonesia tercatat mencapai 8,25 juta dolar AS.
Negara tujuan ekspor meliputi India, Malaysia, Jepang, Filipina dan Hong Kong.
Filipina menjadi salah satu pasar potensial dengan permintaan pet food dari Indonesia yang terus meningkat.
Berdasarkan data International Trade Center (ITC), produk makanan hewan Indonesia masih memiliki peluang pasar yang besar.



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)














:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)



