jpnn.com - Di tengah gegap gempita elektrifikasi, Lamborghini harus menarik napas panjang, dengan memilih menunda proyek mobil listrik murninya dan memusatkan perhatian pada teknologi hybrid.
Padahal sebelumnya, Lamborghini sempat memberi harapan lewat konsep Lanzador yang digadang-gadang menjadi cikal bakal mobil listrik pertama mereka.
Namun, setelah melalui evaluasi mendalam, arah angin berubah. Pasar berbicara lain.
CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, tak menampik bahwa karakter mesin pembakaran internal dan sensasi mekanis yang liar masih menjadi roh utama setiap produknya.
Bagi para pelanggan setia di segmen supercar, suara mesin dan getaran khas dianggap bukan sekadar fitur, melainkan identitas.
Minat terhadap mobil listrik penuh, menurut Stephan Winkelmann, masih sangat minim di kelas ini.
Alih-alih memaksakan diri, Lamborghini kini mempercepat pengembangan model plug-in hybrid (PHEV).
Formula tersebut memadukan mesin bensin dengan motor listrik, menghadirkan kombinasi performa buas sekaligus efisiensi emisi yang lebih baik.



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


