jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebanyak 30 petugas Sensus Ekonomi di Kota Semarang, Jawa Tengah mengundurkan diri. Alasan yang kuat selain merasa berat, sebagian dari mereka juga mengeluhkan masalah honor.
Bono, satu di antara petugas Sensus Ekonomi di Kota Semarang mengatakan honornya pada cair termin pertama belum cair. Dia menyebut kondisi ini tak sesuai dengan kontrak awal.
Dalam surat perjanjian kontrak, dia menyatakan bahwa pembayaran honor tahap pertama akan ditunaikan seusai petugas Sensus Ekonomo menyelesaikan paling sedikit 40 persen dari beban kerja selama sebulan.
“Tidak ada aturan harus menyelesaikan empat SLS di kontrak awal. Hanya 40 persen dari total beban kerja. Saya sudah mencapai sekitar 45 persen. Saya tidak memenuhi empat SLS itu,” kata Bono dikontak JPNN.com, Minggu (19/7).
Dia kaget ada persyaratan baru, yakni pencairan honor dapay dilakukan apabila petugas Sensus Ekonomi merampungkan minimal empat Satuan Lingkungan Setempat (SLS). Dari empat SLS itu masing-masing targetnya sebesar 80 persen.
Ketentuan itu membuatnya bingung. “Kalau aturannya berubah di tengah jalan, kami keberatan dan dirugikan,” katanya menyebut selama ini bekerja mengandalkan modal pribadi. Dia akan menyensus lagi jika honornya cair.
Selain masalah honor belum cair, terdapat sejumlah hal yang menyebabkan para petugas sesus mengundurkan diri.
Beberapa di antaranya, yaitu menyerah karena merasa pekerjaannya terlalu berat, sulitnya mengakses perumahan elit dan kawasan industri, hingga masalah warga yang enggan menerima karena khawatir kebocoran data pribadi.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
