BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Ojol Khawatir Harga Pertalite Ikut Meroket

2 weeks ago 29

Kamis, 11 Juni 2026 – 10:55 WIB

BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Ojol Khawatir Harga Pertalite Ikut Meroket - JPNN.com Jabar

Fahmi, driver ojol di Kota Bandung. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. 

Harga Pertamax (RON 92) naik dari sebelumnya Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Pertamax Green 95 dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter. 

Sementara, harga BBM bersubsidi tetap. Harga Pertalite Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. 

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini turut memicu kekhawatiran para pekerja, terutama pengemudi ojek online (ojol). 

Para driver ini khawatir, harga BBM subsidi jenis Pertalite nantinya ikut mengalami kenaikan. 

"Iya khawatir, takut ramai lagi kaya dulu. Kalau bisa jangan naik, tapi turun harganya," kata Fahmi (75), driver ojol, kepada JPNN di Jalan Burangrang, Kota Bandung, Kamis (11/6/2026).

Dalam sehari, Fahmi rutin mengisi bahan bakar sebesar Rp40 ribu hingga Rp45 hari untuk kendaraannya.

Dengan kenaikan Pertamax ini, bukan tidak mungkin akan berdampak pada meroketnya harga bahan baku lainnya. 

Kekhawatiran driver ojol akan kenaikan harga Pertalite, setelah pemerintah menyesuaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |