jpnn.com, JAMBI - Kasus adu jotos antara guru dan siswa berujung saling lapor ke polisi.
Kasus yang terjadi antara guru SMKN 3 Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Agus Saputra dengan sejumlah siswanya viral beberapa waktu lalu.
Agus melapor ke Polda Jambi pada Kamis malam (15/1), sedangkan pada Senin malam (19/1) giliran siswa laporan atas dugaan kekerasan yang dilakukan guru.
Burlian, pengacara siswa bernama In mengatakan pihaknya juga menuntut keadilan karena salah satu siswa yang melapor dianiaya oleh sang guru dan orang tua salah satu siswa SMK Negeri 3 Jambi menuntut keadilan atas kasus penganiayaan yang dialami anaknya oleh oknum guru.
Korban dianiaya dua kali oleh oknum guru tersebut, yang mengakibatkan luka fisik dan trauma dan pihak keluarga sudah berniat untuk berdamai dan sudah menunggu tiga hari pascakejadian, tetapi tidak ada proses penyelesaian secara konkret.
"Niat kami sudah baik, tetapi tidak ada tanggapan dari pihak guru maka kami terpaksa menempuh jalur hukum," kata Burlian di Jambi, Selasa.
Menurut keterangan orang tua korban, anaknya dipukul dan ditampar oleh oknum guru tanpa alasan yang jelas. Pertama kali anak saya dipukul, kemudian diminta meminta maaf, tetapi malah dipukul lagi.
Orang tua korban juga membantah tuduhan bahwa anaknya yang memaki guru. Anak ini tidak meneriaki gurunya, melainkan kepada teman-temannya di dalam ruang belajar.


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)

