Bukan Kurang Kapal, Gapasdap Ungkap Biang Kerok Antrean di Ketapang-Gilimanuk

1 day ago 6

Minggu, 28 Juni 2026 – 19:43 WIB

Bukan Kurang Kapal, Gapasdap Ungkap Biang Kerok Antrean di Ketapang-Gilimanuk - JPNN.com Bali

Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Foto: ANTARA/Gembong Ismadi

bali.jpnn.com, GILIMANUK - Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) mengungkap kemacetan parah di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, maupun Gilimanuk, Jembrana, Bali, saat libur sekolah bukan karena kekurangan armada kapal.

Menurut Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo, masalah utama adalah kapasitas infrastruktur pelabuhan yang tertinggal jauh dari pertumbuhan jumlah kendaraan.

“Kemacetan di jalur strategis Jawa-Bali ini sudah menjadi persoalan struktural yang menuntut solusi permanen, bukan lagi dianggap sebagai riak musiman saat libur panjang,” ujar Khoiri Soetomo dilansir dari Antara.

Khoiri Soetomo mengatakan penyeberangan di Selat Bali yang menghubungkan Ketapang-Gilimanuk masih mengandalkan infrastruktur dasar yang terbatas.

Beberapa dermaga tipe LCM yang beroperasi saat ini dinilai sudah tidak ideal untuk melayani Kapal Motor Penumpang (KMP) modern.

Kondisi ini diperparah dengan tidak berfungsinya Dermaga Bulusan akibat kerusakan dua dolphin (tiang) sandar dan satu dolphin lainnya yang sudah tidak layak.

Kondisi ini jelas membahayakan keselamatan kapal yang akan bersandar.

Padahal, dermaga ini direncanakan terintegrasi dengan Dermaga LCM dan MB IV untuk memecah kemacetan kendaraan logistik agar tidak meluber ke jalan nasional.

Versi Gapasdap, kemacetan di jalur strategis Jawa-Bali ini sudah menjadi persoalan struktural yang menuntut solusi permanen

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |