jatim.jpnn.com, SURABAYA - Insiden gondola terhenti di ketinggian terjadi di kawasan Jalan Pakuwon Indah Lontar Timur, tepatnya di Apartemen Ascott Waterplace Surabaya, Senin (2/3).
Dua pekerja sempat terjebak di dalam gondola saat cuaca buruk melanda kawasan tersebut. Satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya M Rokhim mengatakan laporan diterima pukul 14.22 WIB dari Suara Surabaya.
“Unit berangkat pukul 14.23 WIB dan tiba di lokasi pukul 14.28 WIB. Tim Rescue Wiyung langsung melakukan koordinasi dan evakuasi,” kata Rokhim.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama dan dinyatakan selesai pukul 17.25 WIB. Sebanyak dua unit tim rescue dan satu unit Team Rescue Wiyung diterjunkan dalam penanganan tersebut.
Rokhim menjelaskan awalnya terdapat dua unit gondola yang menggantung di gedung tersebut. Gondola pertama berhasil turun hingga lantai dasar dengan selamat.
Namun, gondola kedua yang berada di lantai 26 terhenti dan tidak dapat turun akibat diterpa angin kencang disertai hujan lebat.
“Gondola kedua terpontang-panting karena angin kencang. Diduga salah satu korban terpental keluar dari gondola,” ujarnya.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


