Dosen Unesa Kembangkan Limbah Daun Nanas Kelud Jadi Material Tekstil Bernilai Tinggi

1 week ago 7

Minggu, 26 Juli 2026 – 17:32 WIB

Dosen Unesa Kembangkan Limbah Daun Nanas Kelud Jadi Material Tekstil Bernilai Tinggi - JPNN.com Jatim

Dosen Program Magister Industri Kreatif Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Inty Nahari mengolah limbah daun nanas menjadi material tekstil. Foto: Humas Unesa

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Limbah daun nanas yang selama ini belum banyak dimanfaatkan dikembangkan menjadi material tekstil berbasis serat alam oleh dosen Program Magister Industri Kreatif Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Inty Nahari.

Melalui risetnya, Inty menciptakan karya tekstil bertajuk Barik yang menggunakan serat daun nanas Kelud sebagai bahan utama. Karya tersebut tidak hanya menghadirkan inovasi di bidang industri kreatif, tetapi juga mengangkat isu keberlanjutan lingkungan dan pemanfaatan limbah pertanian.

Karya Barik bahkan mendapat kesempatan tampil dalam pameran seni internasional Becoming: Prakriti–Pustaka–Padma di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Bali. Dalam pameran tersebut, karya Inty dipamerkan bersama puluhan karya lain dari seniman dan praktisi asal berbagai negara.

Inty mengatakan, ide pembuatan Barik berangkat dari upaya melihat kembali potensi material lokal yang selama ini terabaikan.

“Ketidakteraturan tersebut tidak saya pandang sebagai kekurangan, tetapi sebagai rekaman alami dari lingkungan tempat tanaman itu tumbuh,” ujar Inty, Minggu (26/7).

Nama Barik sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti garis. Menurut Inty, susunan serat daun nanas yang membentuk garis bukan hanya menjadi elemen visual, tetapi juga menyimpan cerita mengenai kondisi lingkungan tempat tanaman tersebut berkembang.

Dia memilih mempertahankan karakter alami serat, mulai dari perbedaan tekstur, warna, hingga ketebalan, tanpa menyeragamkannya seperti material tekstil industri.

“Pertemuan antara pola tenun yang teratur dan karakter alami serat menghasilkan permukaan tekstil yang unik dan sulit direplikasi secara identik,” jelasnya.

Dosen Unesa mengolah limbah daun nanas Kelud menjadi material tekstil bernilai tinggi. Inovasi serat alam ini mengangkat isu keberlanjutan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |