Efriza Nilai Jokowi Effect Tak Lagi Cukup Dongkrak Elektabilitas PSI

6 hours ago 15

Efriza Nilai Jokowi Effect Tak Lagi Cukup Dongkrak Elektabilitas PSI

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden ke-7 RI Jokowi dalam safarinya di Provinsi Lampung, Sabtu (27/6/2026). Foto: dok sumber

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Senior Citra Institute Efriza menilai target perolehan suara besar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2029 masih lebih bersifat ambisi politik dibanding gambaran yang realistis.

Menurut dia, PSI terlebih dahulu harus mampu memperkuat organisasi partai sebelum berbicara mengenai lonjakan suara nasional.

"Kalau PSI bisa lolos ke parlemen dengan raihan sekitar empat sampai lima persen suara saja, itu sudah menjadi pencapaian yang sangat baik," ujar Efriza kepada JPNN.com, Senin (29/6).

Dia mengingatkan kegagalan PSI menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2024 menjadi bukti bahwa infrastruktur partai belum bekerja secara optimal.

Selain itu, jaringan politik di daerah dinilai masih terbatas dan tingkat penerimaan masyarakat terhadap PSI juga belum kuat.

Efriza mengatakan kehadiran Jokowi beserta keluarganya memang berpotensi meningkatkan popularitas partai. Namun, popularitas tokoh tidak otomatis berubah menjadi suara pemilih.

"Ketika Jokowi masih menjadi presiden saja PSI tidak mampu lolos ke parlemen. Apalagi sekarang ketika beliau sudah tidak lagi menjabat," katanya.

Menurut Efriza, kemenangan partai politik sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang kuat, mesin partai yang efektif, kualitas calon legislatif, serta agenda politik yang relevan bagi masyarakat.

Peneliti Senior Citra Institute Efriza menilai pengaruh elektoral Presiden ke-7 RI Jokowi tidak lagi sekuat saat masih menjabat sebagai kepala negara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |