jabar.jpnn.com, KOTA BOGOR - Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Tohari, mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengawasan serta meningkatkan dukungan anggaran dalam upaya memberantas praktik yang disebut sebagai mafia beras.
Menurut Endang, praktik tersebut dinilai tidak hanya merugikan petani, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional.
Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih tegas dan terukur untuk memperbaiki tata niaga beras dari tingkat produksi hingga distribusi.
Pernyataan tersebut disampaikan Endang usai menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Jumat (31/7/2026).
“Langkah kita mendorong Kementerian Pertanian dengan memberikan anggaran yang cukup untuk pengawasan. Kemudian kita juga ikut memberikan nama-nama mafia beras itu. Karena memang mereka yang mencelakakan kita dan praktiknya sudah mengakar sampai ke petani-petani,” ujar Endang.
Ia mengatakan Komisi IV DPR RI terus mendorong pemerintah memperkuat pengawasan terhadap rantai pasok dan tata niaga beras guna melindungi petani serta menjaga stabilitas pangan.
Praktik Ijon Dinilai Masih Membebani Petani
Endang menyoroti praktik ijon yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Dalam sistem tersebut, hasil panen petani telah dibeli oleh tengkulak sebelum masa panen tiba.



















.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4160723/original/021199100_1663316838-000_APP2002063030425.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558549/original/058895400_1776424157-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558668/original/014101500_1776444123-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)

