
SITUBONDO,BANGSAONLINE.com - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelar silaturrahmi dengan diaspora Situbondo, yang digelar di Pendopo kabupaten setempat, Rabu (2/4/2025).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid (daring dan luring) mengangkat tema 'Mole Atellas, Sumbang Pikir Situbondo Naik Kelas'.
Diketahui, para diaspora ini menyebar di dalam negeri dan luar negeri. Mereka mengenyam pendidikan di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia seperti UGM, UI, ITS, UNMUH, UNEJ. Ada juga yang lulusan perguruan Tinggi di Singapura, Korea Selatan dan Amarika Serikat.
Saat ini, mereka telah sukses diberbagai usaha dan pekerjaannya, seperti pengusaha peternakan, saintis, pelayaran internasional, pendidik, polisi dan tentara.
Sambutan Bupati dan Wakil Bupati
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang sedang berada di Lampung, saat memberi sambutan melalui zoom, menyampaikan ucapan selamat lebaran lalu menjelaskan tujuan pertemuan diaspora ini.
"Membangun networking kepada putra putri daerah," kata Bupati Situbondo
Bupati Rio, mengajak para diaspora menyajikan pikiran, ide, dan gagasasan untuk Situbondo berubah, Situbondo naik kelas.
"Memberikan kesemaparan kepada diaspora, mari kita menyusun rencana aktiviasi, kira-kira apa yang direkomendasikan para diaspora untuk Situbondo, paling tidak 5 tahun mendatang," ujarnya.
Di kesempatan ini, Bupati menyebut, tidak ada perubahan signifikan terhadap situasi lingkungan Situbondo.
Lantas, ia menyampaikan kodisi existing APBD Situbondo yaitu tergantung pada dana transfer dari pusat. Menurutnya perlu pengelolaan Goverment spending atau pengeluaran pemerintah dengan efesien.
Hal itu agar dana publik untuk membiayai berbagai kegiatan dan layanan yang dibutuhkan masyarakat berjalan dengan benar dan tepat.
Ia menyebut beberapa masalah yang harus dibenahi. Seperti gaji tenaga pendidik dan gaji tenaga kesehatan yang tidak manusiawi. Dengan gaji guru 100 ribu - 200 ribu, dan 400-500 ribu hntuk tenaga kesehatan, tidak mungkin kinerja pelayanannya memuaskan.
Ia mengatakan belanja SPPD sampai Rp35 miliar setahun. Menurutnya, kalau dipangkas separuh, Situbondo punya ruang fiskal Rp15-17 miliar dari satu anggaran saja, dan itu bisa menyelesaikan persoalan yang dikatan tersebut.
"Kita harus mengurangi anggaran-anggaran yang tidak penting, kalau perlu agenda-agenda Bupati sihapus saja, dengan besar harapan ditiru dengan lainnya,"bebernya
"Dalam konteks Situbondo naik kelas itu, harus bisa mengkombinasikan bagaima craftsmanship kita dalam memhlbuat anggaran dengan arah kebijakan, disisi itulah sangat butuh rekomendasi diaspora," imbuhnya.
Investasi dan Diaspora
Bupati Rio mengatakan bahwa diaspora dapat mengambil peran dalam investasi. Ia bertekat untuk mengembangkan investasi dengan memberikan kemudahan izin.
"Saya sudah memulai, setidaknya dari perizinan kita siapkan, kemarin datang PT hon xing, pabrik di Klatakan mau bikin water boom syariah. Duduk disini aja, saya mau dikasih duit saya tolak, anda tidak perlu begini, anda duduk, izin saya siapkap," terangnya.
Ia mengatakan, jika government spending, investasi dan ekspor membaik, maka ekonomi otomatis membaik.
Menurut, Bupati, posisi diaspora dapat memberikan Action Plan, memberikan rekomendasi yang bisa diklaborasikan dengan anggaran.
"Kita sedang menyusun RPJMD, disitulah diaspora bisa berperan," pungkasnya.