jabar.jpnn.com, CIREBON - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu proses pemulangan Vina (27 tahun), warga Kabupaten Cirebon yang diduga menjadi korban praktik pengantin pesanan di Cina.
Dedi menyampaikan telah berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon setelah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang berkedok pernikahan.
“Hari ini ada warga Cirebon menjadi korban penjualan orang di Cina, dan saya sudah berkomunikasi. Nanti ditangani dan akan dijemput,” ujar Dedi dalam keterangannya di Cirebon, Sabtu (1/3/2026) malam.
Menurut Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait guna memastikan keselamatan korban serta kelancaran proses pemulangan ke Indonesia.
Ia juga menyoroti maraknya praktik pengantin pesanan yang kerap memanfaatkan janji pemberian uang maupun mahar tinggi untuk membujuk korban.
“Banyak sekali perempuan Jabar yang mudah terbujuk oleh janji uang dan janji dinikahi dengan mahar yang mahal,” katanya.
Dedi mengimbau pemerintah kabupaten/kota hingga aparat desa untuk meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja atau menikah ke luar negeri tanpa prosedur resmi.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Asep Maulana Hasanudin, menyampaikan bahwa Vina merupakan warga Desa Gombang, Kabupaten Cirebon.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


