Icip-Icip Galeri

3 hours ago 3

Oleh Dahlan Iskan

Icip-Icip Galeri

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Saat penerbangan pulang dari Nanning (lewat Guangzhou) saya menulis naskah ini. Sesekali menerima sapaan penumpang asal Surabaya, Malang, dan Bali. Mereka satu pesawat kembali ke tanah air.

Ada dua grup besar di ruang tunggu. Semua Tionghoa. Mayoritas wanita senior. Grup A, 27 orang sedang transit dari Harbin nun di dekat Rusia. Grup B, 25 orang, transit dari Shangri-La dan Lijiang di Kunming.

Yang berwisata ke Shangri-La itu tergabung dalam grup angklung. Nama grupnya: Pitik Cilik. Itu karena waktu kali pertama berlatih sang pelatih mengajarkan lagu Pitik Cilik. Setelah itu lagu Cublek Suweng. Kini mereka mahir berangklung lagu apa saja.

"Berapa lama berwisata ini?"

"12 hari," jawab ketuanya.

"Menyenangkan?"

"Senang. Tapi juga menyiksa,"

"Kenapa?"

Saat penerbangan pulang dari Nanning (lewat Guangzhou) saya menulis naskah ini. Sesekali menerima sapaan penumpang asal Surabaya, Malang, dan Bali.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |