jpnn.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali bergerak ke zona merah pada perdagangan Senin (2/3).
Pelemahan ini terjadi sebagai imbas dari meningkatnya tensi geopolitik global terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Berdasarkan pemantauan pada pukul 11.58 WIB, IHSG mencatatkan koreksi yang cukup signifikan hingga menyentuh level 8.108 atau turun 1,55 persen.
Menanggapi kondisi pasar yang bergejolak, Pjs. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik memberikan pesan khusus kepada para pelaku pasar guna menyikapi penurunan indeks tersebut.
Jeffrey mengimbau agar para investor tidak melakukan tindakan impulsif dan tetap berpegang pada analisis objektif.
"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental,” kata Jeffrey, dikutip melalui keterangan, Senin (2/3).
Selain memperhatikan kondisi fundamental perusahaan, Jeffrey juga menyarankan agar para pemodal kembali meninjau rencana investasi.
Kendati pasar modal dalam negeri tengah menghadapi tekanan eksternal, pihak bursa berharap imbauan ini dapat menjaga psikologi pasar tetap tenang.


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


