jateng.jpnn.com, JEPARA - Kementerian Agama Republik Indonesia merekomendasikan penghentian sementara penerimaan santri baru di Pondok Pesantren Al Anwar Mantingan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Langkah itu diambil menyusul kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santri yang menjerat pengasuh pondok berinisial IAJ.
Kepala Kantor Kementerian Agama Jepara Akhsan Muhyidin mengatakan tersangka juga direkomendasikan tidak lagi menjalankan aktivitas sebagai pengajar maupun pengurus pondok selama proses hukum berlangsung.
“Yang bersangkutan tidak diperkenankan lagi menjadi tenaga pengajar atau ustadz sampai seluruh persoalan selesai ditangani secara tuntas,” ujar Akhsan, Selasa (12/5).
Menurut dia, keputusan tersebut diambil untuk memastikan sistem pengasuhan dan perlindungan anak di lingkungan pondok benar-benar dibenahi.
Berdasarkan data EMIS milik Kemenag RI, struktur kepengurusan pondok disebut sudah mengalami perubahan sejak kasus mencuat.
Kemenag juga meminta tersangka keluar dari struktur pengelolaan pondok pesantren selama proses hukum berjalan.
Akhsan menegaskan penanganan hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)