Insiden Keracunan MBG 200 Siswa di Surabaya, Menu Daging Pertama Kali Disajikan

1 month ago 15

Senin, 11 Mei 2026 – 20:42 WIB

Insiden Keracunan MBG 200 Siswa di Surabaya, Menu Daging Pertama Kali Disajikan - JPNN.com Jatim

Kepala SPPG Tembok Dukuh Kota Surabaya Chafi menyampaikan permintaan maaf terkait insiden dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan siswa di Surabaya, Senin (11/5). Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Menu olahan daging untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Tembok Dukuh, Surabaya, ternyata baru pertama kali disajikan kepada siswa sebelum muncul insiden dugaan keracunan massal, Senin (11/5).

Menu krengsengan daging itu diberikan kepada ribuan siswa dari jenjang TK hingga SMP yang masuk dalam cakupan layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh.

Kepala SPPG Tembok Dukuh Chafi Alida Najla mengatakan, sebelumnya pihaknya memang pernah menyajikan olahan berbahan daging. Namun, menu daging utuh seperti krengsengan baru kali ini diberikan.

“Lebih ke olahan daging seperti pentol, pentol kami pernah, begitu itu termasuk olahan daging, tetapi kalau yang memang daging ini baru pertama kali,” kata Chafi.

Menurut dia, menu tersebut dibuat karena adanya permintaan dari para siswa. Pihak SPPG kemudian mencoba melakukan inovasi menu dengan menggunakan daging slice yang diolah menjadi krengsengan.

“Mengingat anak-anak ini yang request juga, kami juga berusaha inovasi dan akhirnya kami mencoba untuk daging, daging slice dibentuk krengsengan,” ujarnya.

Namun, setelah menu itu dibagikan, banyak siswa mengeluhkan sakit perut, mual hingga pusing. Total sekitar 200 siswa dari 12 sekolah diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG tersebut.

Chafi menyebut laporan yang diterima pihaknya sebagian besar mengarah pada menu daging.

SPPG Tembok Dukuh sebut menu krengsengan daging yang baru pertama disajikan diduga jadi penyebab 200 siswa mengalami mual dan sakit perut

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |