bali.jpnn.com, DENPASAR - Bali sering kali dianggap sebagai tanah harapan bagi mereka yang mencari rasa aman dan penerimaan.
Namun, bagi sebagian orang, kenyataan yang ditemukan justru jauh dari harapan.
Sejak Oktober 2025 hingga Mei 2026, District Task Force (DTF) Kota Denpasar—yang dibentuk atas inisiasi Yayasan Kerti Praja—menemukan fakta memilukan.
Sebanyak 27 orang dari Populasi Kunci dan Orang dengan HIV (ODHIV) ditemukan dalam kondisi terlantar di Pulau Bali.
Mereka yang terdata berasal dari berbagai pelosok Indonesia, termasuk warga asli Bali.
Mayoritas memutuskan mengadu nasib ke Bali demi menghindari stigma dan diskriminasi yang menyesakkan di daerah asal, terutama penolakan yang datang dari keluarga sendiri.
Alih-alih mendapatkan kehidupan layak dan akses kesehatan yang lebih baik, banyak dari mereka justru terjebak dalam pusaran keterlantaran.
“Fenomena ini membuktikan bahwa faktor ekonomi bukanlah satu-satunya pemicu.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)