Kematian Hiu Paus Picu Kajian Kualitas Laut Cilacap

1 week ago 19

Selasa, 02 Juni 2026 – 07:48 WIB

Kematian Hiu Paus Picu Kajian Kualitas Laut Cilacap - JPNN.com Jateng

Seekor Hiu Paus terdampar di Pantai Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). ANTARA/HO-Sealife Indonesia

jateng.jpnn.com, CILACAP - Misteri kematian dua Hiu Paus (Rhincodon typus) yang terdampar di pesisir Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dalam rentang waktu sepekan pada Mei 2026 mulai terkuak.

Tim gabungan yang terdiri atas sejumlah instansi dan peneliti menduga kematian satwa laut raksasa tersebut berkaitan dengan intoksikasi atau keracunan. Namun, dugaan itu masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya.

Petugas Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Wilayah Kerja Semarang, Darmawan, mengatakan keterdamparan Hiu Paus sebenarnya bukan kejadian baru di wilayah Cilacap.

“Kalau ditarik ke belakang, kejadian keterdamparan Hiu Paus di Kabupaten Cilacap ini termasuk cukup sering. Bahkan keterdamparan beruntun seperti ini juga pernah terjadi pada 2022,” katanya, Selasa (2/6).

Pada Mei 2026, seekor Hiu Paus berukuran sekitar empat meter lebih dahulu ditemukan terdampar di Pantai Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, pada 17 Mei. Enam hari kemudian, tepatnya 23 Mei, seekor Hiu Paus jantan dengan panjang lebih dari delapan meter kembali ditemukan mati di garis pantai yang sama.

Jarak antara dua titik keterdamparan itu hanya sekitar enam kilometer.

Temuan tersebut memicu penyelidikan lebih lanjut. Tim konservasi bersama dokter hewan kemudian melakukan nekropsi terhadap bangkai Hiu Paus berukuran besar tersebut.

Hasil pemeriksaan mengungkap sejumlah temuan mencengangkan.

Dua Hiu Paus (Rhincodon typus) yang terdampar di pesisir Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dalam rentang waktu sepekan pada Mei 2026 ditemukan mati.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |