jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kasus ratusan siswa diduga keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya mulai mendapat sorotan DPRD Kota Surabaya.
Legislator tersebut menilai insiden tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program makanan untuk pelajar itu.
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan program MBG tetap perlu dilanjutkan, tetapi sistem kontrol dan standar keamanan makanan harus dievaluasi total agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menurut pria yang akrab disapa Ipuk itu, pemeriksaan makanan tidak cukup hanya memastikan makanan tidak basi.
Dia menilai proses pengolahan, higienitas dapur, kandungan bahan makanan hingga distribusi juga harus dipastikan aman.
“Ini bukan sekadar melihat basi atau tidak, tapi apakah makanan itu benar-benar aman dikonsumsi anak-anak,” kata Ipuk, Selasa (12/5).
Dia mengingatkan kasus keracunan yang terus berulang bisa memicu trauma bagi siswa maupun orang tua terhadap program MBG.
“Kalau terus terjadi, orang tua pasti khawatir dan anak-anak takut makan MBG lagi,” ujarnya.


.jpeg)




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)