bali.jpnn.com, DENPASAR - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri daerah-daerah yang menjadi kantong warga negara asing (WNA) selain Jakarta dan Bali.
Tujuannya untuk mengembangkan penyidikan kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan izin tinggal WNA yang menjerat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberi sinyal bahwa operasi ini tidak akan berhenti di satu tempat.
“Setelah Jakarta Barat dan Bali, apakah kami akan menyasar kantong-kantong besar pemukiman WNA di daerah lain?
Kami akan terus mengecek dan membongkar proses serta mekanisme pengurusan izin tinggal mereka,” kata Budi Prasetyo dilansir dari Antara.
Menurut Budi Prasetyo, penyidik KPK akan mempelajari pola pengurusan izin tinggal WNA di kantor-kantor imigrasi pada daerah dengan konsentrasi WNA yang tinggi di luar Jakarta dan Bali.
“Nanti kami lihat pola-polanya di Kantor Imigrasi itu.
Kami juga akan menyasar juga untuk pengembangan penyidikan,” ujar Budi Prasetyo.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)
