jpnn.com, JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membuktikan ketangguhannya di tengah melemahnya daya beli konsumen dan dinamika makro ekonomi yang menantang.
Sepanjang tahun buku 2025, emiten properti raksasa ini sukses mencatatkan lonjakan underlying NPAT sebesar 57% menjadi Rp630 miliar.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi industri properti nasional, di mana LPKR mampu menjaga profitabilitas melalui eksekusi operasional yang disiplin dan pengelolaan keuangan yang prudent.
CEO LPKR John Riady, mengungkapkan hingga akhir 2025, LPKR mengantongi total pendapatan sebesar Rp9,03 triliun dengan EBITDA mencapai Rp1,37 triliun.
Tak hanya itu, perusahaan juga mengakhiri tahun dengan posisi kas yang sangat kuat, yakni Rp1,96 triliun.
"Hal ini memberikan ruang gerak luas untuk menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2026," ujarnya.
Dia menambahkan, fokus perseroan pada bisnis inti Real Estate dan Lifestyle menjadi kunci utama. Segmen real estate LPKR mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang fantastis sebesar 52% (YoY) menjadi Rp7,67 triliun.
Tingginya minat pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) menjadi motor penggerak utama.



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


