jpnn.com - Di tengah pusaran tantangan global dan desakan transisi energi, kabar dari sektor hulu migas Indonesia menghembuskan angin segar optimisme.
Di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, lifting minyak bumi nasional berhasil mencapai 605 ribu barel per hari pada 2025.
Ini sebuah angka yang tidak hanya memenuhi target APBN, tetapi juga menjadi penanda kebangkitan spirit kolektif untuk membalikkan tren.
Pencapaian ini bukan sekadar statistik administratif, melainkan bukti nyata bahwa dengan inovasi, keberpihakan, dan tekad baja, sektor yang dianggap matang dan menurun masih mampu memberikan kejutan positif.
Ini adalah fondasi kokoh untuk membangun narasi baru: energi nasional yang berdaulat, mandiri, dan berpihak pada rakyat.
Kunci keberhasilan ini terletak pada pendekatan yang komprehensif dan visioner. Strateginya bagaikan tiga pilar yang saling memperkuat.
Pilar pertama adalah optimalisasi canggih, di mana teknologi mutakhir seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan pengeboran horizontal dihidupkan di lapangan-lapangan tua.
Langkah ini menunjukkan kecerdasan dalam mengelola aset yang ada, mengeluarkan potensi tersisa dengan efisiensi tinggi.





















































