Menko Zulhas Soal Impor 1.000 Ton Beras dari AS: Hanya Jenis Khusus, Bukan Medium

2 hours ago 4

 Hanya Jenis Khusus, Bukan Medium

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengklarifikasi terkait rencana Indonesia mengimpor beras dari Amerika Serikat (AS).

Ia memastikan bahwa komoditas yang didatangkan merupakan beras jenis khusus dengan volume terbatas, yakni hanya 1.000 ton per tahun dan tidak beredar luas di pasar domestik.

"Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu. Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita," ujar Zulkifli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Menurutnya, beras khusus biasanya diperuntukkan bagi segmen tertentu, seperti kebutuhan restoran internasional atau konsumen dengan kebutuhan kesehatan khusus, misalnya beras dengan karakteristik tertentu untuk penderita diabetes.

Ia mengatakan, hal serupa juga terjadi dalam kerja sama perdagangan dengan Jepang, di mana restoran Jepang di Indonesia mengimpor beras dengan varietas spesifik langsung dari negara asalnya. Harga beras jenis tersebut pun relatif tinggi dan menyasar pasar terbatas.

"Mahal itu, 100 ribu lebih 1 kilo kan. Siapa mau beli kan, yang beli kan yang makan di restoran Jepang aja, kalau yang Jepang kan gitu," jelasnya.

Menko Pangan menegaskan Indonesia tidak mengimpor beras medium dan beras konsumsi dari Amerika Serikat. Dia menekankan bahwa produksi dalam negeri telah mencukupi sehingga tidak diperlukan impor.

Sementara beras khusus impor, memiliki harga yang jauh lebih tinggi sehingga tidak kompetitif di pasar umum.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengklarifikasi terkait rencana Indonesia mengimpor beras dari Amerika Serikat (AS).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |