Menteri HAM Soroti 1 Dapur MBG Tangani 13 Sekolah di Surabaya: Terlalu Berat

1 week ago 19

Rabu, 13 Mei 2026 – 18:35 WIB

 Terlalu Berat - JPNN.com Jatim

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyoroti pola pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya yang dinilai tidak ideal. Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyoroti pola pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya yang dinilai tidak ideal.

Salah satunya SPPG Tembok Dukuh yang melayani 13 sekolah mulai jenjang dari TK hingga SMA. SPPG tersebut juga sempat ramai karena diduga menjadi penyebab keracunan 200 siswa.

"Satu dapur meng-handle 13 sekolah itu terlalu banyak,” kata Pigai saat mengunjungi korban keracunan di RSI IBI, Dupak, Surabaya, Rabu (13/5).

Dia menjelaskan, beban distribusi yang terlalu besar berpotensi mengganggu kualitas layanan makanan bagi siswa serta efektivitas pengawasan di lapangan.

Menurutnya, skema pembagian tanggung jawab dapur perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah, terutama di kota besar seperti Surabaya yang memiliki kepadatan siswa tinggi.

"Seharusnya satu SPPG tidak boleh mengelola lebih dari apa 3.500 paket. Itu Kota Surabaya itu mungkin satu sekolah saja sudah ribuan anak," katanya.

Menurutnya, evaluasi terhadap pola distribusi ini penting dilakukan agar tujuan utama MBG, yakni peningkatan gizi dan kualitas generasi muda, dapat tercapai secara optimal.

Selain itu, dia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan peninjauan ulang terhadap standar operasional dan jumlah beban sekolah per dapur di seluruh Indonesia.

Menteri HAM soroti beratnya beban SPPG yang harus melayani 13 sekolah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |