Modus Penipuan Kripto Makin Canggih, Kesadaran Pengguna Jadi Kunci

7 hours ago 3

Modus Penipuan Kripto Makin Canggih, Kesadaran Pengguna Jadi Kunci

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Penipuan siber. Ilustrasi Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - INDODAX bersama blockchain developer, komunitas kripto, dan pelaku industri menggelar diskusi Beyond Code: The Human Side of Crypto Security.

Mengusung tema Security Starts With You, forum ini membahas bagaimana faktor manusia menjadi salah satu titik paling krusial dalam menjaga keamanan aset digital dan kripto.

Chief Information Security Officer (CISO) INDODAX, Ledy menjelaskan perkembangan teknologi keamanan telah mengubah pola ancaman di ekosistem aset kripto.

Jika sebelumnya pelaku lebih banyak berupaya mengeksploitasi kelemahan sistem, kini berbagai insiden terjadi justru karena pelaku menyasar aspek psikologis pengguna yang dirancang untuk memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan.

“Banyak orang masih menganggap ancaman terbesar berasal dari peretasan sistem pada exchange. Padahal, dalam beberapa kasus yang terjadi belakangan, pelaku justru memperoleh akses karena korban secara tidak sadar memberikan informasi penting atau mengklik tautan berbahaya yang menyerupai layanan resmi,” ujarnya.

Dia menjelaskan perkembangan AI membuat berbagai modus penipuan tampil semakin meyakinkan.

Selain deepfake dan voice cloning, pelaku kini juga memanfaatkan iklan palsu di media sosial seperti Facebook, manipulasi hasil pencarian (AI search engine repositioning), hingga penyamaran sebagai Customer Support (CS) resmi melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

“Di INDODAX kami tidak memiliki nomor WhatsApp Customer Support resmi. Seluruh layanan hanya bisa diakses melalui nomor telepon, email, maupun kanal resmi perusahaan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi bahkan riset mandiri (DYOR) dalam mencerna informasi sebelum mengambil keputusan,” jelasnya.

Di tengah semakin kuatnya sistem keamanan digital, pelaku kejahatan siber justru semakin banyak menyasar manusia dibandingkan mencoba menembus sistem teknologi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |