Pengkhiatan di Jantung Keadilan: Menggugat Elite Penegak Hukum Dalam Terang Pancasila dan ASTA CITA

8 hours ago 6

Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH -Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan

 Menggugat Elite Penegak Hukum Dalam Terang Pancasila dan ASTA CITA

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan & Ketua Umum IKA Doktor Hukum UKI Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." — Ir. Soekarno.

Kutipan legendaris Proklamator RI di atas menemukan resonansi terkuatnya pada hari-hari ini.

Pesan tentang beratnya melawan kebobrokan dari dalam tubuh bangsa sendiri itu kembali digaungkan secara lantang oleh Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Bendungan Meninting di Lombok pada 10 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, dengan semangat dan gestur yang sangat meyakinkan Kepala Negara secara tegas meminta agar seluruh jajaran pejabat pemerintahan, mulai dari birokrat, aparat TNI, Polri, hingga Kejaksaan untuk berani melakukan introspeksi diri secara mendalam.

Arahan ini menjadi cambuk pengingat bahwa semua kewenangan dan atribut kehormatan sejatinya adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, bukan untuk disalahgunakan.

Pidato Presiden Prabowo tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak, seraya berharap agar pidato tersebut diwujudnyatakan dalam keseharian, sehingga korupsi di bumi Indonesia bisa diberantas setuntas-tuntasnya.

Sejalan dengan semangat introspeksi tersebut, di tengah dinamika penegakan hukum yang kian memanas, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman turut memberikan penekanan penting.

Ia menegaskan bahwa penanganan perkara dugaan korupsi di tingkat tinggi saat ini harus dijadikan momentum emas untuk memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum, bukan justru menjadi ajang pelemahan.

Indonesia dapat keluar dari labirin korupsi dan melangkah mantap menuju Indonesia Emas 2045 jika aparat penegak hukum bersih

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |