Penjelasan SPPG Tembok Dukuh Soal Insiden 200 Siswa Keracunan MBG

1 month ago 15

Senin, 11 Mei 2026 – 20:02 WIB

Penjelasan SPPG Tembok Dukuh Soal Insiden 200 Siswa Keracunan MBG - JPNN.com Jatim

Kepala SPPG Tembok Dukuh Kota Surabaya Chafi menyampaikan permintaan maaf terkait insiden dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan siswa di Surabaya, Senin (11/5). Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh Kota Surabaya buka suara soal dugaan keracunan 200 siswa dari 12 sekolah setelah mengonsumsi menu makanan bergizi gratis (MBG), Senin (11/5).

Dugaan sementara, keracunan itu disebabkan oleh menu krengsengan daging yang baru pertama kali diberikan tersebut.

"Banyak laporan anak-anak mengeluhkan sakit perut setelah memakan dagingnya, tetapi di dalam ompreng itu ada daging, nasi, dan sebagainya, mungkin saat anak-anak itu makan nasi juga sudah terkontaminasi seperti itu," kata Kepala SPPG Bubutan Tembok Dukuh Chafi Alida Najla.

Dia menjelaskan bahwa daging yang digunakan untuk MBG adalah segar. Namun, dirinya menduga bahwa permasalahan datang dari cara memasaknya.

"Dagingnya enggak basi, mungkin dari pengolahannya mungkin, atau dari waktu bahan datangnya, bukan dari basi karena saat kami terima dagingnya sudah bagus. Karena memang daging itu kan bahan yang sangat riskan banget," ujarnya.

Untuk bumbu yang dinilai salah satu siswa keracunan, bila olahan daging tidak enak, Chafi mengeklaim resepnya sudah sesuai.

"Kalau bumbunya sudah sesuai sama resep dan standar masaknya," ucapnya.

Dia menjelaskan pada pengolahan daging MBG sudah sesuai. Untuk selengkapnya, pihaknya mengunggu hasil lab BBLK.

SPPG Tembok Dukuh buka suara soal 200 siswa diduga keracunan MBG. Dugaan sementara berasal dari olahan krengsengan daging yang baru pertama disajikan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |