Prof Kiai Asep: Gubernur Khofifah Jalankan Pemerintahan Pakai Referensi, Perhitungan dan Hati-Hati

12 hours ago 6
 Gubernur Khofifah Jalankan Pemerintahan Pakai Referensi, Perhitungan dan Hati-Hati Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Foto: MMA/bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menegaskan bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam melaksakan program pemerintahan tidak tergesa-gesa, tidak over acting, sebaliknya selalu pakai referensi, penuh perhitungan dan penuh kehati-hatian.

“Karena sikap tergesa-gesa itu dari syetan, sedangkan bertindak tenang dan berpikir jernih itu dari Allah SWT,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA kepada BANGSAONLINE.com sembari mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW di kediamannya di Pondok Pesantren Amanatul Ummat Surabaya, Jumat (4/4/2025) malam.

Menurut Kiai Asep, Gubernur Khofifah selalu memakai referensi dalam menjalankan pemerintahan. “Referensi yang selalu beliau kemukakan adalah tasyarraful imam ‘alarra’iyah manutun bil maslahah, Bahwa kebijakan seorang pemimpin itu harus diorientasikan kepada kemaslahatan rakyatnya,” kata pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu.

Selama lima tahun memimpin Jawa Timur, tutur Kiai Asep, Gubernur Khofifah sudah banyak menyelesaikan pembangunan infrastruktur. Terutama berbagai kantor dinas di bawah Pemprov Jawa Timur. Ia mengaku sering diundang untuk memimpin doa peresmian kantor berbagai OPD Pemprov Jatim. Termasuk membangun asrama mahasiswa nusantara, masjid dan fasilitas umum lainnya.

Hanya saja, menurut Kiai Asep, Khofifah masih lemah di bidang media sosial dan media mainstream.

“Saya berharap orang-orang di sekeliling Bu Khofifah ikut memikirkan, jangan malah jadi beban,” harap kiai miliarder tapi dermawan yang santrinya banyak diterima di perguruan tinggi luar negeri dan perguruan tinggi dalam negeri itu.

Kiai Asep juga menyinggung soal pemutihan pajak kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Menurut dia, Khofifah sudah cukup lama membebaskan denda pajak kendaraan yang nunggak.

Menurut dia, bisa saja Khofifah membebaskan denda pajak sekaligus pajak pokok yang nunggak sekian tahun.

“Tapi Bu Khofifah kan penuh perhitungan dan hati-hati. Karena kalau pajak yang ditunggak sekian tahun dibebaskan bisa menimbulkan kecemburuan masyarakat yang rutin bayar pajak. Sekarang kan sudah mulai ada yang protes. Mereka yang patuh pajak bilang, kalau begitu tahun depan saya tak akan bayar pajak sekian tahun, toh nanti akan dibebaskan dan tidak akan kena denda. Bahkan pajak pokoknya juga dibebaskan,” kata Kiai Asep yang juga ketua umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) itu.

Selain itu, kata Kiai Asep, pajak kendaraan itu tidak hanya masuk ke Pemprov tapi juga ke semua Pemkab seluruh Jawa Timur. “Kan ada prosentasenya, 70 dan 30 %, jadi harus koordinasi dengan bupati dan walikota,” tegas putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka Jawa Barat itu.

Karena itu Kiai Asep minta warga Jawa Timur tenang, tidak terpengaruh berbagai opini yang sedang hiruk pikuk di media sosial maupun media mainstream.

"Kita terus berdoa semoga Jawa Timur terus kondusif dan maju, adil dan makmur di bawah kepemimpinan Bu Khofifah," kata Kiai Asep yang pada bulan suci Ramadan lalu membagikan 48.000 bingkisan berupa paket beras, sarung dan uang.

Read Entire Article
Kabar berita |