Puluhan Ton Sampah Organik di Pasar Induk Caringin Disulap Jadi Bioetanol hingga Pakan Ternak

1 week ago 16

Puluhan Ton Sampah Organik di Pasar Induk Caringin Disulap Jadi Bioetanol hingga Pakan Ternak

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

PT Solusindo Bioteknologi mengolah sampah organik di Pasar Induk Caringin menjadi briket, bioetanol, hingga pakan ternak. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengelola Pasar Induk Caringin masih berupaya mencari solusi untuk pengelolaan sampah yang masih menumpuk. Belakangan, kasus gunungan sampah yang mengakibatkan bau busuk di area pasar tradisional itu menjadi perbincangan.

Namun, sampah yang mayoritas organik itu perlahan mulai bisa diolah. Itu setelah pengelola pasar bekerjasama dengan PT Solusindo Bioteknologi dalam pengolahan sampah.

Diki Haedi selaku pemilik PT Solusindo Bioteknologi mengatakan, mengolah sampah organik sebenarnya tidak sulit. Yang susah adalah memastikan pemangku kebijakan seperti PD Pasar Caringin agar mau bekerjasama dalam mengelola sampah.

"Dulu masuknya (ke Pasar Caringin) agak susah. Setelah kami lihat ada masalah dan kami coba masuk Alhamdulillah dikasih (tempat mengolah)," kata Diki ditemui di area TPS Pasar Induk Caringin, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, pengolahan sampah organik ini baru berjalan sekitar satu bulan. Target tonase sampah yang diolah mencapai 40 ton dalam sehari. Namun, karena masih pembangunan sehingga belum semua mesin berjalan optimal.

"Sekarang baru sekitar 25 ton dalam sehari yang diolahnya," ujarnya.

Diki memastikan dari sampah yang masuk ke pengolahan ini tidak ada yang sia-sia, sehingga residu dari sampah pun sangat sedikit. Dari olahan sampah ada yang dicacah untuk menjadi bahan pakan ternak, menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) atau bahan bakar alternatif, hingga bioetanol.

"Untuk bioetanolnya ini biasa dipakai perusahaan farmasi," tuturnya.

Sampah Pasar Induk Caringin mulai diolah bersama PT Solusindo Bioteknologi. Sehari 25 ton sampah diubah jadi pakan ternak, RDF, hingga bioetanol.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |