jatim.jpnn.com, SURABAYA - Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) menegaskan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan satwa di tengah sorotan publik terkait beredarnya informasi mengenai kondisi satwa di media sosial.
Sorotan ini muncul seusai mantan Direktur Utama KBS Chairul Anwar ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengelolaan keuangan.
Chairul memangkas dana pakan hewan KBS untuk memperkaya diri sendiri. Akibat perbuatnnya itu, negara disebut rugi mengalami Rp10,2 miliar.
Direktur Operasional dan Umum PDTS KBS Nurika Widyasanti, mengatakan sebagai lembaga konservasi, KBS memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan kesehatan dan pemeliharaan satwa berjalan sesuai prinsip animal welfare atau kesejahteraan satwa.
“Komitmen kami sebagai lembaga konservasi, core bisnisnya memang fokus mengedepankan kesejahteraan satwa. Dalam pemeliharaan maupun peningkatan kualitas kesehatan, itu tetap menjadi yang terdepan,” ujar Nurika, Jumat (24/7).
Dia menjelaskan, upaya menjaga kondisi satwa tidak hanya dilakukan melalui pemberian pakan dan perawatan kesehatan, tetapi juga dengan memperhatikan aspek perilaku dan kondisi mental satwa.
Salah satunya melalui program enrichment, yakni pemberian stimulasi agar satwa dapat menunjukkan perilaku alaminya. Menurut Nurika, metode tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup satwa yang berada di lingkungan konservasi.
“Enrichment ini membuat satwa bertingkah laku secara alami. Kedekatan antara perawat satwa dengan satwa juga penting agar mereka lebih mengenal perilaku ketika ada perubahan yang membutuhkan penanganan,” katanya.

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4160723/original/021199100_1663316838-000_APP2002063030425.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558549/original/058895400_1776424157-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558668/original/014101500_1776444123-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)
.jpeg)

