Sawah Retak dan Padi Berusia 20 Hari Terancam Mati, Petani Subang Gotong Royong Atasi Kekeringan

15 hours ago 4

Senin, 20 Juli 2026 – 19:00 WIB

Sawah Retak dan Padi Berusia 20 Hari Terancam Mati, Petani Subang Gotong Royong Atasi Kekeringan - JPNN.com Jabar

Kekeringan. Foto : Ricardo/JPNN.con

jabar.jpnn.com, SUBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, Jawa Barat, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa ratusan unit pompa air guna menanggulangi ancaman kekeringan yang melanda areal persawahan di wilayah Subang bagian utara pada musim kemarau tahun 2026.

Dampak kemarau saat ini mulai mengancam produktivitas tanaman padi masyarakat.

Juna, seorang petani di Kecamatan Blanakan, mengungkapkan bahwa kondisi tanah di areal persawahan wilayahnya sudah mulai kering dan retak-retak akibat minimnya pasokan air.

"Sekarang ini sebenarnya lagi banyak-banyaknya butuh air karena umur padi baru sekitar 20 hari," kata Juna pada Senin (20/7/2026).

Juna menambahkan, para petani di daerahnya dilanda kekhawatiran tanaman padi berusia 20 hingga 25 hari tersebut terancam mati jika tidak segera mendapatkan pengairan yang cukup.

Guna menyiasati krisis air tersebut, para petani di Kecamatan Blanakan berinisiatif bergotong royong melakukan pembersihan dan normalisasi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan.

"Kami terus berupaya agar air bisa masuk ke areal sawah yang sudah ditanami padi," ujarnya.

Penyaluran Pompa Air dan Rencana Pembangunan Embung

Kekeringan melanda areal persawahan di Subang utara. Pemkab Subang menyalurkan ratusan bantuan pompa air dan mengusulkan pembangunan tiga embung ke Kementan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |