Sekjen Suharti: Karena Media, Kemendikdasmen Tahu Apa yang Perlu Ditindaklanjuti

6 hours ago 3

 Karena Media, Kemendikdasmen Tahu Apa yang Perlu Ditindaklanjuti

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Melalui Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Kemendikdasmen menggelar Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Media Massa di Tangerang Selatan, Senin (2/3). Foto Humas Kemendikdasmen

jpnn.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan pentingnya sinergi dengan media massa dalam memastikan program dan kebijakan pendidikan tersampaikan secara utuh, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan peran Catur Pusat Pendidikan dalam mendukung pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan nasional.

Melalui Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Kemendikdasmen menggelar Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Media Massa di Tangerang Selatan, Senin (2/3). Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran informasi sekaligus penguatan kemitraan strategis antara pemerintah dan media.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan apresiasi kepada Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) yang selama ini konsisten membersamai kementerian dalam menyebarluaskan berbagai informasi dan kebijakan pendidikan.

“Karena peran media, Kemendikdasmen pada akhirnya dapat mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan apa yang perlu kami tindak lanjuti,” ujar Sekjen Suharti.

Dalam dialog tersebut, Suharti memaparkan sejumlah kebijakan strategis yang tengah dijalankan Kemendikdasmen, mulai dari penguatan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), hingga dukungan keberlanjutan pendidikan bagi murid berprestasi melalui Beasiswa Talenta Indonesia.

Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu program yang terus diperkuat implementasinya. Sejak diluncurkan pada 2015, cakupan PIP terus meningkat secara signifikan.

 “Jika sebelumnya hanya beberapa juta (penerima) saja, akhirnya (pada tahun) kemarin mencapai sekitar 17,9 juta penerima. Jumlah satuan pendidikan penerima juga naik dari 1 juta menjadi 1,8 juta satuan pendidikan,” jelas Sekjen Suharti.

Sekjen Suharti menegaskan karena peran media, Kemendikdasmen tahu apa yang terjadi di lapangan dan apa yang perlu ditindaklanjuti

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |