Selamatkan Desa Nelayan, Pupuk Kujang Bantu Warga Cegah Abrasi di Pesisir Karawang

5 hours ago 2

Senin, 06 Juli 2026 – 19:55 WIB

Selamatkan Desa Nelayan, Pupuk Kujang Bantu Warga Cegah Abrasi di Pesisir Karawang - JPNN.com Jabar

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-51, Pupuk Kujang menanam 5.151 pohon mangrove di pesisir utara Karawang, tepatnya di Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Senin (6/7/2026). Foto: source for JPNN.

jabar.jpnn.com, KARAWANG - PT Pupuk Kujang terus berikhtiar membantu masyarakat pesisir menyelamatkan permukiman dari ancaman abrasi.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-51, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) itu kembali menanam 5.151 pohon mangrove di pesisir utara Karawang, tepatnya di Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Senin (6/7/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pupuk Kujang dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi ruang hidup masyarakat pesisir.

Sejak 2024, Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kujang menjalankan program pemberdayaan di kawasan tersebut secara bertahap.

Berbagai upaya dilakukan bersama masyarakat untuk memulihkan pesisir yang kritis, mulai dari penanaman mangrove hingga rekayasa lanskap dan vegetasi guna menahan laju abrasi.

Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kujang Arlyza Eka Wijayanti mengatakan, program penanaman mangrove dan pendampingan di Dusun Tangkolak merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam melindungi masyarakat pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob.

“Program penanaman mangrove dan pendampingan di Dusun Tangkolak ini adalah keinginan kami untuk berkontribusi dalam melindungi ruang hidup masyarakat pesisir. Selain itu, program ini juga merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang dan tanggung jawab lingkungan Pupuk Kujang,” ujar Arlyza dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com.

Setelah berjalan selama dua tahun, kawasan pesisir yang sebelumnya rentan abrasi kini mulai berubah. Area yang dulunya tergerus ombak perlahan tampak rimbun oleh vegetasi mangrove. Warga juga menerapkan rekayasa lanskap dengan menggunakan alat penjebak sedimen yang dibuat dari rangkaian ban bekas dan bilah bambu.

Pupuk Kujang terus berikhtiar membantu masyarakat Cilamaya menyelamatkan pemukiman dari ancaman abrasi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |