jpnn.com - SERIKAT Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) tidak lahir sekadar untuk menjadi organisasi mahasiswa.
Sejak berdiri pada 2 April 1956 dalam Majelis Tahkim Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), SEMMI dibentuk sebagai wadah kaderisasi yang bertujuan menjalankan ajaran Islam seluas-luasnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Misi tersebut menempatkan kader SEMMI bukan hanya sebagai aktivis kampus, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang menghadirkan gagasan bagi kemajuan umat dan bangsa.
Dalam perjalanan Syarikat Islam, perjuangan tidak hanya diarahkan pada aspek politik, tetapi juga pada penguatan ekonomi rakyat. Sebuah bangsa tidak akan benar-benar merdeka apabila masyarakatnya masih bergantung secara ekonomi dan tidak memiliki kesempatan untuk berkembang. Karena itu, pemberdayaan ekonomi rakyat merupakan bagian penting dari cita-cita mewujudkan keadilan sosial.
Semangat inilah yang tetap relevan hingga hari ini. Indonesia membutuhkan pembangunan yang tidak hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat pelaku usaha kecil, koperasi, petani, nelayan, dan masyarakat desa sebagai fondasi perekonomian nasional.
Koperasi Desa Merah Putih dan Relevansi Gagasan SEMMI
Dalam konteks tersebut, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dapat dipandang sebagai salah satu ikhtiar memperkuat ekonomi kerakyatan. Apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis partisipasi masyarakat, koperasi dapat menjadi instrumen untuk memperluas akses permodalan, memperkuat rantai distribusi, meningkatkan nilai tambah produk desa, serta membuka ruang bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat.
Bagi kader SEMMI, program semacam ini tidak cukup hanya didukung, tetapi juga perlu dikawal melalui gagasan, pendampingan, dan pengawasan. Koperasi tidak boleh berhenti sebagai proyek administratif, melainkan harus benar-benar menjadi alat pemberdayaan rakyat sebagaimana semangat perjuangan yang diwariskan oleh Syarikat Islam.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536895/original/005142200_1774348762-5.jpg)





