jpnn.com, JAKARTA - Akademisi Rocky Gerung mengaku melihat upaya publik mengembalikan penegakan hukum secara objektif dan rasional menyikapi eksaminasi publik putusan perkara dugaan perkara korupsi tata kelola minyak dan produk turunan kilang dengan terdakwa beneficial owner PT Orbit Terminal Merak, Muhammad Kerry Riza.
Hal itu disampaikan dia dalam forum diseminasi eksaminasi putusan perkara Kerry Riza bertajuk "Mengurai Batas Pidana Tindak Pidana Korupsi dalam Keputusan Bisnis" yang digelar Lembaga Pengkajian Hukum Acara dan Sistem Peradilan Universitas Indonesia (UI) di Depok, Selasa (26/5).
“Dalam pembahasan eksaminasi perkara ini, saya melihat persoalan utamanya bukan hanya soal hukum semata, tetapi juga tentang cara berpikir dan tata kelola penalaran dalam proses penegakan hukum," kata Rocky, Rabu (27/5).
Dia mengatakan persoalan utama pengungkapan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak bukan semata di sisi hukum.
Rocky menyebutkan pengungkapan perkara tersebut menyangkut pula cara berpikir aparat penegak hukum dalam membangun konstruksi hukum.
"Kita dipaksa untuk memikirkan kembali soal konsistensi, governance, dan kualitas cara bernalar dalam institusi hukum,” ujarnya.
Pengajar di UI itu menuturkan kualitas penalaran menjadi faktor penting dalam mewujudkan keadilan.
Dia menekankan bahwa keputusan hukum tidak hanya ditentukan oleh bunyi aturan, melainkan dipengaruhi cara berpikir aparat memahami perkara.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)