jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya membentuk Satgas Reformasi Agraria pascakejadian pengusiran nenek Elina Widjajanti dari rumahnya karena kasus sengketa tanah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pembentukan Satgas Reformasi Agraria ini bertujuan untuk mempermudahkan masyarakat melakukan aduan terkait kasus sengketa tanah. Selain itu, Pemkot Surabaya juga membentuk Satgas Anti-Preman untuk memperkuat keamanan di Kota Pahlawan.
"Ada Satgas Anti-Preman dan yang kedua adalah Satgas terkait dengan Gugus Tugas Reformasi Agraria," kata Eri, Sabtu (3/1).
Eri mengatakan Satgas Reformasi Agraria akan terintegrasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menghindari konflik berkepanjangan antarwarga.
“Gugus Tugas Agraria ini akan berhubungan dengan BPN sehingga tidak ada lagi gegeran antara warga perkara surat," ujanya.
Wali kota dua periode itu menyebut, kedua satgas tersebut akan tersebar di lima wilayah Surabaya.
“Ada di Surabaya barat, timur, utara, selatan, dan pusat. Hal ini agar mempercepat untuk penyelesaian setiap masalah yang ada di masing-masing wilayah," ujarnya.
Saat ditanya terkait kesiapan Satgas Reformasi Agraria, Wali Kota Eri memastikan tim tersebut telah terbentuk dan siap bekerja.































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


