jpnn.com, JAKARTA - Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN) menanggapi beredarnya kabar bahwa tarif Transjakarta akan naik menjadi Rp 5.000
Ketua Dewan Pembina INSTRAN, Bambang Susantono mengusulkan PT Transportasi Jakarta agar menggratiskan layanan daripada menaikkan tarif untuk penumpang.
Sebab, kata dia, di beberapa negara sudah mulai mengratiskan angkutan umum.
"Jangan buru-buru naikin tarif tapi dihitung dulu, lebih baik tetap Rp3.500. Ada beberapa negara di luar sana juga yang mulai memikirkan bahwa angkutan umum digratiskan saja," kata Bambang dalam Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026 "Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran" di Jakarta, Kamis.
Dia menyoroti aspek yang lebih penting bagi transportasi umum saat ini justru terkait "first and last mile" atau perjalanan dari tempat transit transportasi massal ke tempat tujuan.
Bambang menilai penting untuk meningkatkan keterjangkauan akses pengguna dari rumah hingga ke stasiun tujuan.
Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam terkait tarif transportasi, termasuk fasilitas yang disediakan.
"Karena dari situ orang bisa mengalokasikan dananya untuk hal-hal lain, orang bisa melakukan mobilitas dengan lebih baik, dan itu akan menjadikan multiplier untuk ekonomi perkotaan," ucapnya.












































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)









